Beberapa tahun yang lalu mudah sekali untuk menemukan
orang-orang yang mencurahkan isi hatinya di dalam sebuah buku diary.
Ketika mengalami kejadian yang berarti, atau kejadian-kejadian yang
melibatkan perasaan, entah perasaan senang ataupun sedih orang-orang dengan
antusias menuangkannya dalam lembaran-lembaran buku diary mereka. Dari
anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, semua kalangan dan umur dapat dengan
leluasa menulis isi hati mereka. Diary merupakan hal yang sangat pribadi,
bahkan banyak buku diary yang memiliki kunci dan gembok kecil dengan tujuan
agar dapat terhindar dari tangan-tangan usil yang bisa saja membuka buku diary
tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kalaupun buku diary tersebut tidak memiliki
kunci dan gembok, sang pemilik buku diary akan menyimpannya dengan hati-hati,
di tempat tertentu, tersembunyi dari orang lain. Karena isi buku diary sangat
beragam, begitu banyak momen yang mungkin tidak ingin dibagi dengan orang lain
entah karena malu atau alasan lainnya, diary seringkali menjadi tempat curahan
hati yang paling baik, diary tidak akan membicarakan cerita-cerita menggelikan
kepada siapapun, diary akan tetap diam dan menyimpan semua cerita dengan baik.
Di era globalisasi ini, sudah sangat jarang ditemukan orang-orang yang menulis
buku diary. Tentunya masih ada segelintir orang yang menulis buku diary, namun
jumlahnya menurun drastis. Bahkan anak-anakpun jarang sekali menggunakan buku
diary, tidak seperti beberapa tahun yang lalu anak-anak gemar menulis tentang
kejadian dalam hari-hari mereka. Ada banyak faktor yang dapat mengurangi
penggunaan diary dalam kehidupan di era modern ini. Faktor utama tentunya perkembangan
zaman, seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan manusia,
teknologi berkembang begitu pesat, terutama dalam bidang informasi dan
komunikasi. Misalnya, munculnya smartphone dengan berbagai
merk yang memungkinkan penggunanya untuk menikmati fitur-fitur canggih yaitu
penggunaan internet yang semakin cepat dan praktis, permainan-permainan online yang
semakin beragam, hingga munculah jejaring sosial yang membuat orang-orang dapat
terhubung satu sama lain tanpa sebuah batas. Dengan jejaring sosial semua orang
dapat terhubung dengan rekan, teman, keluarga, partner bisnis bahkan dengan
siapapun. Jejaring sosial mulai terkenal ketika munculnya Friendster, MySpace
hingga akhirnya munculah Facebook yang merupakan gebrakan besar bagi dunia jejaring
sosial, disusul dengan Twitter yang lebih praktis dari segi tampilan dan
pengaturan, lalu muncul Instagram yang merupakan jejaring sosial menarik karena
Anda dapat menaruh berbagai macam foto dengan caption tertentu,
sehingga Anda dapat membagi moment hidup kita dalam bentuk foto dan video.
Tidak hanya itu, muncul juga Path dan FourSquare yaitu suatu jejaring yang
dapat menunjukan posisi Anda, dengan fitur check-in kita dapat
memberi tahu orang-orang dimana kita berada, sedang apa Anda, dan dengan siapa
Anda pergi.Selain itu ada pula Tumblr, semacam blog namun dengan fitur yang
menarik dan lebih Selain itu ada pula Tumblr, semacam blog namun dengan fitur
yang menarik dan lebih sylish sangat cocok untuk anak muda.
Munculnya berbagai macam jejaring sosial ini membuat banyak orang tertarik
untuk menggunakannya, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Namun, remaja
cenderung menjadi pengguna yang paling aktif dalam menggunakan jejaring sosial.
Bahkan, seringkali remaja memposting terlalu banyak hal di jejaring sosial,
dari mulai kegiatan sehari-hari hingga cerita pribadi mereka. Itulah mungkin
salah satu mengapa buku diary mulai ditinggalkan. Mereka lebih memilih untuk
menuliskan cerita hidupnya di jejaring sosial, dan mereka tidak lagi
menyembunyikannya, mereka dengan sengaja membiarkan orang-orang membaca atau
memngunjungi jejaring sosial miliknya. Dalam artikel ini saya akan membahas
lebih lanjut mengenai penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja menjadi
sebuah bagian dari gaya hidup. Hal-hal di bawah ini merupakan beberapa
faktor yang menyebabkan remaja menggunakan jejaring sosial sebagai salah satu
gaya hidup :
§ Eksistensi.
Setiap manusia butuh diakui keberadaannya, terutama para remaja yang sedang
mencari jati diri tentu butuh diakui lebih keberadannya. Dengan aktif di sosial
media remaja dapat dengan mudah diakui keberadaannya.
§ Perhatian.
Setiap manusia membutuhkan perhatian baik secara langsung maupun tidak
langsung. Perhatian dapat diberikan dalam bentuk kata-kata maupun tindakan.
Perhatian yang paling sederhana dan mudah adalah melalui kata-kata. Oleh karena
itu para remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan menuju dewasa yang tentunya
membutuhkan perhatian lebih cenderung ingin mendapatkan perhatan secara instan
dan terus menerus memilih sosial media sebagai sarana mendapatkan perhatian.
§ Pendapat.
Pendapat adalah pikiran orang lain mengenai suatu hal. Pendapat merupakan
persepsi seseorang dan pendapat setiap orang dapat berbeda-beda. Pendapat
dibutuhkan dalam kehidupan seseorang, baik untuk memperluas sudut pandang,
memilih sesuatu, atau mendapatkan pemikiran-pemikiran positif untuk
menyelesaikan suatu masalah. Oleh karena itu para remaja kerap menggunakan
media online dan menggunakan fitur chatting untuk saling
bertukar pendapat.
§ Menumbuhkan
citra. Setiap orang ingin mendapatkan citra baik. Terutama para remaja yang
cenderung labil dan ingin dilihat setiap orang menginginkan pencitraan yang
baik. Melalui sosial media remaja dapat dengan mudah menunjukan kelebihan
mereka untuk mendapatkan pencitraan yang instan.
§ Komunikasi
dan Sosialisasi. Setiap menusia membutuhkan hubungan dengan manusia lainnya
baik secara verbal maupun non verbal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut para
remaja cenderung mencari jalan pintas untuk dapat terus berhubungan dengan
keluarga, teman-teman, bahkan mencari teman baru melalui sosial media.
§ Ajang
untuk Berprestasi. Selain untuk hiburan semata media social juga banyak
menyediakan berbagai perlombaan online. Bagi remaja yang masih giat berkarya
dan memiliki bakat di bidang teknologi, mereka membutuhkan media social untuk
bisa mengasah kemampuannya melalui ajang tersebut. Contohnya saja perlombaan
membuat blog, menulis cerpen, dan lain sebagainya, yang tidak jarang
publikasinya melalui social media.
§ Menambah
Wawasan. Tidak sedikit akun-akun contohnya saja di twitter yang
berisikan tentang wawasan umum, seperti tempat – tempat bersejarah, peristiwa –
peristiwa penting, hal – hal unik dan lain-lain. Bagi remaja yang pada dasarnya
menyukai hal – hal yang baru dan belum ia ketahui sebelumnya, hal tersebut juga
bisa menjadi jalan pintas untuk mereka bisa mengetahuinya.
§ Mengeluarkan
Apa yang Dirasakan. Terkadang seseorang hanya ingin menyampaikannya tanpa
mendapat komentar dari lawan bicaranya. Apalagi dalam usia remaja, sisi
sensitif dan mudah tersinggung terlihat sedang mendominasi diri. Oleh sebab
itulah mereka memilih media social untuk mencurahkan apa yang mereka rasakan,
karena jika di dunia maya mereka bebas mengutarakan apa yang mereka rasakan
karena memang itu lah dunia yang mereka buat sendiri. Terlepas dari apa
tanggapan orang yang membacanya nanti.
Selain itu adapula dampak yang ditimbulkan dari
penggunaan jejaring sosial: ( + ) Dampak Positif
1.
Kemudahan dalam berbagi informasi, baik dalam memberi
maupun menerima informasi.
2.
Tumbuhnya rasa sudah diakui sehingga meningkatkan rasa
percaya diri.
3.
Terjalin hubungan yang baik antar pengguna sosial
media.
4.
Menumbuhkan pemikiran kritis.
5.
Meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi.
6.
Bertambahnya wawasan dan lingkungan pertemanan.
7.
Meningkatkan rasa menghargai privacy orang lain.
8.
Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan orang
lain.
( – ) Dampak Negatif
1.
Kecanduan terhadap sosial media yang menyebabkan
berkurangnya efisiensi waktu.
2.
Efek-efek yang timbul akibat penggunaan sosial media
melalui gadget yang terlalu sering, seperti: pegal-pegal, mata
perih, jari-jari tangan sakit dll.
3.
Tidak bersosialisasi secara nyata karena terlalu
sering menggunakan sosial media dan tidak bersosialiasi secara langsung di
dalam kehidupan bermasyarakat.
4.
Malas melakukan kegiatan tertentu karena asyik saat
menggunakan sosial media.
5.
Konsumtif. Karena penggunaan sosial media secara terus
menerus membutuhkan biaya contohnya adalah pulsa. Selain itu maraknya penjualan
online melalui sosial media membuat para remaja dapat dengan mudah membeli
berbagai barang yang tidak begitu penting.
6.
Mudahnya mendapatkan pengaruh buruk dari informasi
yang dimuat akun – akun yang belum diketahui kebenarannya, yang masuk kedalam
pikiran tanpa disaring terlebih dahulu.
7.
Hilangnya privasi. Karena terlalu banyak menuliskan
hal-hal bahkan hal yang besifat pribadi dalam jejaring sosial.
8.
Memancing judgement orang. Karena
terlalu banyak menuliskan hal-hal tentang diri di dalam jejaring sosial yang
data dibaca oleh semua orang memicu penilaian negative.
Remaja adalah penerus bangsa, tentunya Indonesia
membutuhkan remaja-remaja yang berkualitas.
Saran bagi para remaja Remaja
adalah suatu masa dimana keingintahuan akan sesuatu itu begitu besar. Begitu
pula dengan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman salah satunya dalam
bidang teknologi. Penggunaan teknologi yang dalam hal ini adalah social media
ada baiknya disertai dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memilih serta
memilah mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang lebih baik jika tidak
dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi pengaruh – pengaruh
buruk yang disebabkan oleh penggunaan social media itu sendiri.